Orang Jepang sangat menghargai konsep shun (旬) - musim panen terbaik suatu bahan makanan. Bagi saba dan sawara, waktu ini sangat spesifik. Musim terbaik saba di Jepang terjadi dua kali setahun: pertama pada Mei hingga Juni saat musim pemijahan, dan kedua pada Oktober hingga November saat kandungan lemak mencapai puncaknya dan rasanya paling lezat.
Saba yang ditangkap di musim gugur - dikenal sebagai aki-saba - dianggap sebagai yang terbaik. Lemaknya tebal, dagingnya padat, dan rasanya jauh lebih kaya dibanding yang ditangkap di musim panas. Ini bukan sekadar selera, tapi juga berkaitan langsung dengan siklus biologis ikan yang sedang mempersiapkan diri menghadapi musim dingin dengan menumpuk cadangan lemak.